101 Cara Mengatasi Stress

Bangunlah 15 menit lebih awal
Mempersiapkan untuk pagi malam sebelumnya
Hindari pakaian ketat
Hindari bergantung pada bahan-bahan kimia
Atur janji ke depan
Jangan mengandalkan memori Anda ... tuliskanlah
Praktekkan pemeliharaan preventif
Membuat duplikat kunci
Berkata "tidak" lebih sering
Menetapkan prioritas dalam hidup Anda
Hindari orang-orang negatif
Menggunakan waktu dengan bijak
Sederhanakan waktu makan
Selalu membuat salinan surat-surat penting
Mengantisipasi kebutuhan Anda
Perbaiki apa pun yang tidak bekerja dengan benar
Meminta bantuan untuk pekerjaan yang tidak Anda sukai
Bagilah tugas besar menjadi bagian kecil yang dapat dikerjakan
Lihatlah masalah sebagai tantangan
Lihatlah tantangan yang berbeda
Variasikan hidup anda
Senyum
Bersiaplah untuk hujan
Menggelitik bayi
Pelihara anjing yang ramah / kucing
Tidak harus tahu semua jawaban
Ambil hikmah dari segalanya
Katakanlah sesuatu yang baik untuk seseorang
Mengajarkan seorang anak untuk terbangkan layang-layang
Berjalan dalam hujan
Jadwal waktu bermain dalam setiap hari
Mandi dengan sabun gelembung
Sadar akan keputusan yang Anda buat
Percayalah pada diri sendiri
Berhenti mengatakan hal-hal negatif pada diri sendiri
Visualisasikan diri Anda menang
Kembangkan rasa humor
Berhenti berpikir besok akan menjadi lebih ba
... baca selengkapnya di 101 Cara Mengatasi Stress Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wiro Sableng 184 Dewi Dua Musim


WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : BIDADARI DUA MUSIM

Dewi Dua Musim berjongkok di samping kepala pemuda yang dipantek di atas papan."Cabut lebih dulu paku kayu yang ada di dalam mulutnya...." Ucapan itu terngiang lagi di telinganya. Si gadis ulurkan tangan kiri kanan. Gerakan dua tangan membuat mulut si pemuda terbuka. Begitu dia melihat ke dalam mulut Dewi Dua Musim tercekat. Ternyata di dalam mulut pemuda itu memang ada satu paku kayu, menancap ke bagian dalam tenggorokan yang digenangi darah. Dewi Dua Musim geleng-geleng kepala.

"Jahat sekali!" Katanya dalam hati. Lalu dengan cepat tangan kanan dimasukkan ke dalam mulut. Begitu paku kayu ditarik, darah menyembur.

SATU

SETELAH didera musim kemarau lebih dari setengah tahun, ketika akhirnya hujan turun cukup lebat pagi itu penduduk di kawasan kering tanah Jawa terutama di bagian tengah dan timur merasa lega dan gembira. Banyak diantara mereka, yang umumnya para petani pemilik ladang dan sawah memanjatkan puji syukur kepada Sang Pencipta Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dengan berbagai cara baik dalam upacara adat maupun bentuk keagamaan. Di laut utara dan selatan para nelayan tidak kalah rasa syukur dan gembira mereka. Karena pada akhir musim kemarau yang memasuki musim penghujan. Ikan di laut muncul dalam jum ... baca selengkapnya di Wiro Sableng #184 : Dewi Dua Musim Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Renungkan



Alex terlahir dari keluarga cukup berada, masalah uang, alex tinggal mengulurkan tangan, masalah makan dan sebagainya sudah di atur oleh baby sister yang biasanya dipanggilnya “BIBI”. Dan semua keindahan itu menjadikan Alex sombong dan angkuh, Menjahili adik dan hidup berfoya-foya adalah kebiasaannya. Tawuran. sombong. judi dll  Orang tuanya mulai sakit-sakitan dan kini telah tiada. Di saat itu ia sedang tawuran dengan pelajar lain. Alex berpikir semuanya serba gampang dan mudah di depan. itu karena memang apa yang di minta selalu di penuhi berkat warisan dari orang tuanya saat orang tuannya meninggal. Alex mendapt bagian warisannya. Semua adik dan kakanya kini telah hidup masing-masing dengan warisan yang sama. Alex memutuskan pergi jauh untuk merubah nasibnya di rantau, namun di rantau bukannya berusaha mencari pekerjaan yang layak, justru uang warisan orang tuannya itu di gunakan untuk main perempuan dan berfoya-foya bersenang sepanjang hari.  Sebulan… dua bulan… dan tiga bula... baca selengkapnya di Renungkan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Teknik Pengambilan Keputusan Bisnis Bagi Orang dengan Otak Kiri


Oleh: Riyanto Suwito
Menurut hasil penelitian Roger Sperry (dalam Adi W. Gunawan, Genius Learning Strategy – 2003) pada tahun 1960-an, kita mengenal adanya dua hemisfir otak, hemisfir kiri dan kanan, yang mempunyai struktur yang berbeda. Perbandingannya adalah sebagai berikut:
OTAK KIRI • Hal-hal yang berurutan • Detail ke global • Membaca berdasar pada fonetik • Kata-kata, simbol, dan huruf • Terstruktur, dapat diprediksi • Fokus internal • Informasi yang faktual OTAK KANAN • Acak/random • Global ke detail • Membaca menyeluruh • Gambar dan grafik • Melihat dulu atau mengalami sesuatu • Belajar spontan dan alamiah • Fokus eksternal  Jadi jelas bahwa struktur dan fugsi keduanya memang berbeda. Masalahnya terjadi ketika kita cenderung dominant pada salah satunya. Idealnya, manusia menggunakan keduanya secara maksimal dan berimbang – tetapi sangat langka manusia yang mampu menjadi demikian – meskipun hal tersebut bisa dipelajari. Para entrepreneur atau wirausahawan sering diidentikkan dengan orang yang memiliki kecenderungan otak kanan. Mereka dianggap lebih kreatif dan fleksibel serta memiliki visi y  ... baca selengkapnya di Teknik Pengambilan Keputusan Bisnis Bagi Orang dengan Otak Kiri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Badai Di Parang Tritis

WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

SIANG ITU laut selatan tampak cerah. Ombak memecah tenang di pantai Parangtritis. Burungburung laut terbang berkelompok-kelompok dan angin bertiup membendung teriknya sinar sang surya.

Belasan perahu tampak berjejer di tepi pasir. Para nelayan sibuk memperbaiki dan membenahi jaring masingmasing untuk persiapan turun ke laut malam nanti. Di tepi pantai, dibawah jejeran pohonpohon kelapa anak-anak ramai bermain-main. Baik nelayan-nelayan maupun anak-anak itu semuanya serta merta memalingkan kepala ketika telinga mereka menangkap suara tiupan seruling yang keras dan merdu. Yang meniup seruling ternyata adalah seorang bocah bertelanjang dada. Anak ini meniup suling bambunya sambil duduk di atas punggung seekor kerbau yang melangkah di sepanjang jalan di teluk.

"Anak si Kantolo itu pandai sekali meniup suling. Mengalahi kepandaian ayahnya...." berkata salah seorang nelayan lalu menyedot rokok kawungnya dalam-dalam.

Ketika anak dan kerbau bergerak menjauhi tepi pasir seorang nelayan berseru, "Bocah pintar! Berhenti saja di bawah pohon kelapa sana! Teruskan meniup sulingmu agar kami terhibur!"

Anak di atas punggung kerbau te
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #42 : Badai Di Parang Tritis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Local WisdomSing Jembar Segarane Luaskan Lautanmu



Oleh: Agung Praptapa
Saya terkejut dengan datangnya telepon yang mengaku dari Gedung Putih. “Ini dari asisten pribadi Presiden Obama, beliau minta disambungkan pada Anda” kata suara seorang wanita dalam bahasa Inggris yang temponya dipelankan karena sadar sedang berbicara dengan seseorang yang berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Tentu saja saya setuju. Suatu kehormatan yang luar biasa ditelpon oleh seorang presiden Amerika. Dan ternyata benar, ini memang telepon dari Obama. Saya sangat kenal dengan suaranya, termasuk diucapkannya “kata-kata sandi“ yang sering kita jadikan sebagai guyonan. Saya cukup heran karena dia masih ingat dengan baik beberapa istilah yang sering kita gunakan saat itu. Setelah berbasa-basi dengan Obama karena sudah hampir 10 tahun kita tidak saling berjumpa, dia masuk pada pokok persoalan. “Kamu kan orang jawa, saya ingin dengar saran kamu yang khas seperti kamu sampaikan sewaktu kamu masih di Amerika dulu” katanya. Saya jadi ingat, sewaktu sama-sama kuliah di Amerika memang saya dan Obama sering terlibat obrolan, bertukar pikiran tentang falsafah manajemen Jawa. Dia sangat antusias bila saya mulai mengusulkan beberapa alternatif pemecahan masalah ekonomi dan bisnis Amerika dengan pendekatan manajemen jawa. Obama juga sangat cerdas dalam membandingkannya dengan pola manajemen barat. Pertama-tama yang dia sampaikan adalah soal krisis keuangan dunia, yang bermu... baca selengkapnya di Local Wisdom: Sing Jembar Segarane, Luaskan Lautanmu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu